Jl. RM Suryo No.1, Sendangharjo, Tuban
(0356) 321322
smpntuban01@gmail.com

PAWAI BUDAYA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

SMP Negeri 1 Tuban

PAWAI BUDAYA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

PAWAI BUDAYA HUT RI KE-64

Salah satu kegiatan yang diagendakan oleh Pemkab Tuban untuk memperingati kemerdekaan RI ke-74 adalah pawai budaya nusantara tingkat SMP dan SMA. Pawai budaya ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 Agustus 2019. Kegiatan ini mengambil start di depan Pemkab Tuban dan finish di GOR Ranggajaya Anoraga. Pawai ini diberangkatkan langsung oleh bupati Tuban. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pawai budaya pada tahun ini harus mengusung dua tema yang berbeda. Tema yang pertama adalah budaya nusantara dan tema kedua adalah buaday/ kearifan lokal Tuban. Kedua tema tersebut harus bisa menyambung antara satu dengan yang lain.

            Sesuai kesepakatan bersama, pada kesempatan ini SMP Negeri 1 mengambil tema “BEBANA WUTAHING PEPETHAN PRAMBANAN” untuk tema budaya nusantara. Sedangkan untuk tema kearifan lokal yakni “SANGSANG MUSTIKA SETYANING LANJAR MAIBIT”. Dua legenda ini memiliki kesamaan cerita, meskipun berasal dari dua wilayah yang berbeda. Kesamaan tersebut adalah, keduanya sama-sama menceritakan tentang legenda rakyat. Di mana tokoh utamanya adalah seorang wanita yang cantik jelita yang menjadi idola para pria. Namun keduanya tetap menjaga kehormatan dan kesetiaan, meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri.

            Pada kesempatan ini, SMP Negeri 1 Tuban mendapatkan urutan keberangkatan nomer 2. Nomer tersebut kami pilih sendiri sebagai hadiah kemenangan pada pawai budaya tahun 2018. Hal ini tentu saja berpengaruh pada persiapan seluruh peserta pawai. Peserta pawai telah bersiap sejak pukul 04.30 WIB untuk dirias. Hal ini dilakukan karena pada pukul 12.00 WIB peserta nomer urut 1 sampai 5 harus sudah bersiap di depan Pemkab Tuban.

            Pawai budaya kali ini melibatkan 100 peserta. Sesuai dengan tema yang telah dipilih, maka Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso, dan Lanjar Maibit menjadi tokoh sentral. Barisan pawai budaya SMP N 1 Tuban dibuka oleh spanduk identitas sekolah, diikuti oleh spanduk tema. Di belakang spanduk tema ada barisan baranesa . Baranesa ini merupakan salah satu KNA di SMP N 1 Tuban yang mengkhusus pada baris berbaris. Pada pawai ini baranesa memakai seragam khas pasukan kerajaan Jawa modern dengan membawa busur panah yang diibaratkan sebagai pasukan keamanan kerajaan. Selanjutnya adalah barisan Kerajaan Pengging. Kerajaan ini merupakan kerajaan asal Bandung Bondowoso yang akan memperluas wilayah kekuasaannya ke Prambanan. Barisan ini menampilkan Raja nan gagah perkasa dan Ratu yang cantik jelita Kerajaan Pengging dengan busana khas Kerajaan Pengging.

            Barisan kedua adalah Barisan dayang-dayang Kerajaan Pengging yang menampilkan Sepuluh putri yang cantik jelita dengan busana khas dayang – dayang Kerajaan Pengging. Barisan selanjutnya adalah prajurit Kerajaan Pengging yang menampilkan delapan putra yang gagah dan tampan dengan busana khas Prajurit pengging yang siap tempur. Selanjutnya adalah Barisan Mobil Hias Candi Prambanan. Mobil ini menampilkan bangunan candi Prambanan yang anggun dan megah dengan tokoh Roro Jonggrang nan cantik jelita di depan candi dan di belakang candi berdiri tokoh Bandung Bondowoso yang tampan rupawan. Di atas mobil hias juga ada dayang-dayang  penumbuk padi.

Di belakang mobil hias ada barisan Barisan Jin pembuat candi, menampilkan delapan putra dengan berpakaian kostum jin dan membawa Candi-candi sewu. Disusul oleh barisan Kerajaan Prambanan yang menghadirkan Prabu Baka nan gagah perkasa dan Ratu yang cantik jelita Kerajaan Prambanan yang anggun dan berwibawa dengan busana khas Kerajaan Prambanan, diikuti dayang-dayang Kerajaan Prambanan yang terdiri dari sepuluh putri yang cantik jelita dengan busana khas dayang – dayang Kerajaan Prambanan. Barisan terakhir untuk tema nusantara ini adalah prajurit Kerajaan Prambanan yang terdiri delapan putra yang gagah dan tampan dengan busana khas Prajurit Prambanan  yang siap tempur. Tema kedua yaitu Sangsang Mustika Setyaning Lanjar Maibit, yang dibuka oleh Mobil hias Lanjar Maibit, mobil hias ini menampilkan bentukan Sendang Maibit di Kecamatan Rengel , yang di atasnya ada Sri Menganti (Lanjar Maibit) yang cantik jelita dengan busana khas gadis desa Maibit Rengel Tuban, Joko Grenteng dengan busana pemuda desa Maibit Rengel Tuban dan Minak Anggrang dengan busana Kadipaten Padangan. Dilanjutkan oleh Barisan gadis desa pengambil air di Sendang Maibit yang terdiri dari enam gadis desa yang cantik menawan dengan membawa jun / buyung untuk wadah / tempat mengambil air. Busana gadis desa tersebut tetap menonjolkan batik khas Tuban untuk lebih memasyarakatkan batik Tuban. Barisan terakhir adalah barisan Masyarakat desa Maibit , Kecamatan Rengel, Kab. Tuban yang menampilkan lima pasang petani dengan busana khas Batik Tuban dan membawa properti Petani ( bojok , cangkul, arit , padi , sayur dll). Barisan ini merupakan barisan terakhir dari pawai budaya nusantara persembahan SMP N 1 Tuban. Meski menempuh perjalanan yang cukup jauh, namun seluruh peserta pawai tidak ada yang mengeluh. DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE-74, SDM UNGGUL INDONESIA MAJU!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *